Kaliwedi Lor, Rabu, 13 April 2011
Laporan: Sejuta Surgaku
Muhammad Kaelani sedang menyampaikan paparannya | Abdullah, Sugianto, dan Suwandi, mereka inilah yang mengjukan beberapa pertanyaan | Muhammad Kaelani sedang menjawab pertanyaan |
SEBAGAIMANA pada hari pertama, pada hari kedua pun waktunya molor juga. Acara yang seharusnya dimulai pukul 14.00 WIB, hari kedua, Rabu, 13 April 2011, acara baru dibuka pukul 14.33 WIB. Hari kedua ini yang akan memaparkan visi, misi, dan program kerja Balon Kuwu Muhammad Kaelani. Di luar dugaan, Kaelani diantarkan oleh ratusan pendukungnya dengan cara membuat barisan dan dihiasi spanduk panjang yang bertuliskan “Tangga Batur Sedulur, Ayu Kita Dukung "Putra Desa" Bersama MUHAMMAD KAELANI Pemimpin yang Bisa Memimpin.”
Arak-arakan ini dimulai dari rumahnya Balon Kuwu, M. Kaelani. di Dusun I Kaliwedi. Kemudian melalui Lurung Tengah (Jalan yang membelah Dusun I/Kaliwedi). Dari lurung tengah menuju dalan gede (jalan besar) yang membelah kedua desa, Kaliwedi Lor dan Kaliwedi Kidul, lalu belok ke kiri dalan Kibuyut menuju Kantor Desa Kaliwedi Lor, tempat Balon Kuwu menyampaikan visi, misi, dan program kerjanya.
Sebelum acara pemaparan, disampaikan beberapa sambutan. Sambutan pertama oleh Camat Kaliwedi, kedua BPD, ketiga penjabat Kuwu Kaliwedi Lor, dan keempat dari ketua panitia 11. Inilah mereka…
Drs. Sutrisno,M.MPd, Ketua BPD | Drs. Dedi Susilo, MM, Camat Kaliwedi |
Kasturi, S.Pd Ketua Panitia 11 | Sanari, S.Ag Penjabat Kuwu Kaliwedi Lor |
Tiga Bidang
Ada 3 bidang materi pokok dalam paparannya. Ketiga bidang tersebut ialah bidang Pemerintahan, Pembangunan, dan Kemasyarakatan. Menurut Kaelani, mengapa bidang pemerintahan yang menjadi pokok bahasan pertama? Ia menjelaskan bahwa bidang pemerintahan ini merupakan ujung tombak keberhasilan pemerintahan desa. Meskipun diakuinya bidang tersebut menyangkut kemampuan pemimpinnya. “Untuk itu, sebagai Kuwu harus mampu memenej seluruh aparatnya, sehingga mampu melayani kebutuhan masyarakatnya dengan baik,” papar Kaelani. Selain itu, Kaelani mengingatkan BPD untuk bisa mengedepankan kepentingan masyarakat, “BPD yang merupakan mitra kerja Kuwu akan saya ajak untuk merumuskan berbagai hal demi kepentingan masyarakat Kaliwedi Lor ini.” Ujar Kaelani sedikit berapi-api.
Selama ini, lanjutnya, masyarakat menilai kinerja aparat desa dalam melayani masyarakat belum optimal. “Hal ini terjadi disebabkan penempatan personil yang tidak sesuai dengan kemampuannya. Untuk itu jika kelak terpilih menjadi Kuwu akan saya tempatkan personil yang sesuai dengan kemampuannya.”
Harus Terbuka
Dalam bidang pembangunan, Kaelani mengatakan, “Dalam pembangunan, terutama pembangunan fisik, seharusnya kita melibatkan seluruh unsur masyarakat. Saya yakin mereka mampu berpartisipasi dalam hal ini. Bukankah keberhasilan pembangunan (apa saja) memerlukan peran serta masyarakat?”
Bila perlu (jika dianggap baik) apa pun yang disepakati (dimaui) masyarakat kita laksanakan. “Selain itu, kita juga harus terbuka dengan masyarakat. Keterbukaan kita bukan hanya pada programnya saja tetapi pertanggung jawaban keuangannya. Jadi, kita tidak boleh berdusta.” Kata Kaelani yang disambut oleh pendukungnya dengan teriakan, “Be…be…betulllllllll…”
Para pendukung menyambut program Kaelani.
Terobosan Baru
Selama ini masyarakat masih belum banyak dilibatkan dalam berbagai program kerja pemerintah desa, kalau pun diajak bermusyawarah masih sebatas untuk menyetujui saja. Maka dari itu Kaelani mencari terobosan baru untuk mendekatkan aparat pemerintah desa dengan masyarakat dengan cara membuka dialog terbuka. “Dialog terbuka dengan masyarakat ini bertujuan untuk menampung aspirasi masyarakat. Harapan saya, melalui dialog ini semua program kerja pemerintah desa dan permasalahannya dapat terselesaikan.” Jelasnya. Selain itu, menurut Kaelani cara ini dapat dijadikan sebagai alat kontrol masyarakat terhadap kinerja aparat desa. “Setahu saya, jika ada permasalahan, masyarakat hanya melakukan dengan cara bisik-bisik saja. Melalui kegiatan dialog ini diharapkan masyarakat akan berani menyampaikan segala keluhannya.”
Kegiatan dialog ini diagendakan setidaknya sebulan sekali dengan tempat yang berbeda-beda. “Mudah-mudahan kegiatan ini akan efektif.”
Selesai penyampaian paparan, dilakukan tanya jawab. Seperti pada hari kemarin (12/4/11) panitia telah menyiapkan 3 orang anggotanya untuk menjadi penanya. Mereka adalah, Abdullah, Sugianto, dan Suwandi.
Abdullah mengajukan pertanyaan Bagaimana Masyarakat yang Agamis? Penanya kedua, Sugianto, Bagaimana Merencanakan suatu Pembangunan? Dan Suwandi, sebagai penanya ketiga, menanyakan Apakah Semua yang Disusun dalam Visi, Misi, dan Program Kerja akan dilaksanakan atau sebaliknya?
Dari semua pertanyaan dapat dijawab oleh Kaelani secara terinci. Para pendukung selalu memberikan support positif kepada Kaelani.
Selesai itu, Muhammad Kaelani dibawa oleh pendukungnya berkeliling ke wilayah Dusun II Mejasem. Pawai yang mengular ini mendapat perhatian dari aparat keamanan. Selama dalam perjalanan diikuti oleh pihak kepolisian dengan menggunakan sepeda motor.
PAWAI KELILING DI WILAYAH DUSUN II MEJASEM
Arak-arakan memasuki wilayah Dusun II Mejasem
09.44











Posted in: 


