Kaliwedi Lor, 16/04/2011
Sejuta Surgaku - detakNews.com
TIDAK LAMA LAGI Desa Kaliwedi Lor, Kecamatan Kaliwedi, Kabupaten Cirebon, Provinsi Jawa Barat akan melaksanakan pesta demokrasi yaitu Pemilihan Kuwu (di Cirebon kepala desa disebut Kuwu). Sebelum mengabarkan Pemilihan Kuwu, alangkah baiknyapembaca mengetahui terlebih dahulu dimana letak wilayah Desa Kaliwedi Lor. Penulis menduga masih banyak yang belum mengetahui secara utuh tentang Desa Kaliwedi Lor. Untuk keperluan itu penulis mencoba mengabarkan kepada pembaca agar mendapatkan gambaran yang utuh.
Kaliwedi dan Ceritanya
Desa Kaliwedi, merupakan salah satu desa yang masuk wilayah pemerintahan Kecamatan Gegesik, Kabupaten Cirebon, Provinsi Jawa Barat. Desa Kaliwedi membawahi beberapa wilayah (orang sana menyebutnya Blok), yaitu Blok I Bulak, Blok II Kaliwedi, Blok III Mejasem, Blok IV Rengas, dan Blok V Pilang.
Di bawah ini Daftar Nama Kuwu/Kepala Desa dari Tahun 1834 s.d. 1984
No | Nama Kuwu/Kepala Desa | Masa Jabatan | Keterangan |
1. | Mastra | 1834 – 1860 |
|
2. | H. Abu Bakar | 1860 – 1881 |
|
3. | Masjani | 1881 – 1889 |
|
4. | H. Abdulgani | 1889 – 1922 |
|
5. | Randam | 1922 – 1934 |
|
6. | Madi | 1934 – 1939 |
|
7. | Rusdi | 1939 – 1942 |
|
8. | Casmita | 1942 – 1947 |
|
9. | Radimah | 1947 – 1948 |
|
10. | Sureni | 1948 – 1960 |
|
11. | H. Hasyim | 1960 – 1981 |
|
12. | Moh. Chozin | 1981 – 1984 |
|
Pada tahun 1984 terjadi pemekaran sehingga Desa Kaliwedi menjadi 2 wilayah, yaitu Desa Kaliwedi Lor dan Kaliwedi Kidul. Wilayah Pemerintahan Desa Kaliwedi Lor terdiri dari Dusun I Kaliwedi, Dusun II Mejasem. Sedangkan untuk Desa Kaliwedi Kidul meliputi Dusun I Bulak, Dusun II Rengas, dan Dusun III Pilang.
Berikut daftar nama Kuwu/Penjabat Kuwu dari kedua desa sejak pemekaran.
No | Nama Kuwu/Kepala Desa | Masa Jabatan | Keterangan |
DESA KALIWEDI KIDUL |
1. | Nawawi | 1984 – 1986 | Penjabat |
2. | Asnanudin | 1986 – 1996 |
|
3. | Sentono | 1996 – 2006 |
|
4. | Muhammad Tauchid | 2006 – Sekarang |
|
DESA KALIWEDI KIDUL |
1. | Samsudin | 1984 – 1986 | Penjabat |
2. | Wangen Effendi | 1986 – 1989 |
|
3. | Jumali | 1989 – 1993 | Penjabat |
4. | Muhammad Kaelani | 1993 – 2001 |
|
5. | Rusman Jayadi | 2001 – 2010 |
|
6. | Sanari, S.Ag | 2010 – Sekarang | Penjabat |
7. |
| 2011 – 2017 |
|
Kaliwedi menjadi Kecamatan
Setelah Kaliwedi dimekarkan menjadi dua desa, tidak lama kemudian Kaliwedi menjadi Kemantren. Kemantren ini merupakan cikal bakal menjadi Kecamatan. Beberapa tahun berikutnya Kaliwedi menjadi Kecamatan. Kecamatan Kaliwedi ini meliputi wilayah Desa Kalideres, Prajawinangun Wetan, Prajawinangun Kulon, Ujungsemi, Wargabinangun, Kaliwedi Lor, Kaliwedi Kidul, Guwa Kidul, dan Guwa Lor.
Pilwu Desa Kaliwedi Lor
Seperti yang telah disampaikan di awal, Desa Kaliwedi Lor akan melaksanakan Pemilihan Kuwu (Pilwu). Pilwu ini merupakan bentuk praktik demokrasi langsung yang telah dilaksanakan sejak dulu di pedesaan, jauh sebelum adanya Pemilihan Umum Presiden (Pilpres). Dalam praktik demokrasi pemilihan langsung ini menguntungkan masyarakatnya, yakni mendapatkan pemimpin yang sesuai aspirasi warganya. Pelaksanaan Pilwu di Kaliwedi Lor sudah dilakukan beberapa kali, dan menurut penjelasan masyarakat tidak pernah terjadi kekacauan apalagi keributan seperti yang terjadi di beberapa daerah dalam Pemilu Kada, “Kalau pun ada, tidak membuat kerusuhan,” jelas seorang warga yang tak mau disebut namanya.
Sebagai bahan masukan, akan penulis sampaikan sebagian tulisan rekan
chahndesith dalam tulisannya di
http://id.shvoong.com/social-sciences/political-science/ 1957500-pelaksanaan-perda-tentang-tatacara-pemilihan/. Dalam tulisannya ia mengatakan pelaksanaan Pilwu akan menjadi lebih baik jika mengedepankan tiga aspek, yaitu aspek
kompetisi antar konstestan,
partisipasi dan
kebebasan. Dijelaskan bahwa aspek
kompetisi berkaitan dengan orang-orang yang mencalonkan diri sebagai Kuwu dan cara-cara yang dipakai untuk menjadikan mereka ini sebagai calon kuwu. Aspek
partisipasi berkaitan dengan pemahaman masyarakat terhadap pemilihan kuwu, cara mereka merumuskan tipe kepemimpinan Kuwu dan model mereka membangun kesepakatan politik dengan para calon Kuwu. Aspek
kebebasan erat kaitannya dengan suasana warga pemilih dalam menentukan pilihan politiknya kepada para calon Kuwu. Berdasarkan pertimbangan tiga aspek tersebut dalam proses pemilihan Kuwu, diharapkan akan terselenggara praktik demokrasi yang baik dan bermanfaat bagi masyarakat desa. Sehingga Pilwu akan berjalan baik dan sukses. Selain pengawas dari pihak-pihak yang relevan akan lebih baik lagi jika muncul pengawasan mandiri dari unsur-unsur masyarakat.
Penyelenggara Pilwu
Penyelenggara Pilwu adalah Badan Permusyawaratan Desa (BPD). Berdasarkan Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Cirebon Nomor 6 Tahun 2010, Pasal 3 menyebutkan bahwa “Untuk pencalonan dan pemilihan Kuwu, BPD membentuk Panitia Pemilihan yang terdiri dari unsur Perangkat Desa, Pengurus Lembaga Kemasyarakatan dan Pemuka/Tokoh Masyarakat.” Maka pada tanggal 11 Maret 2011 dibentuklah Panitia Pemilihan Kuwu. Panitia Pemilihan ini disebut Panitia 11 mengacu pada Pasal 4 ayat (1) Perda No. 6/Tahun 2010. Langkah selanjutnya, pada tanggal 19 Maret 2011 BPD melantik Panitia 11, dengan Kasturi, S.Pd, sebagai Ketua.
Panitia 11
Untuk mengetahui lebih jauh siapa saja yang masuk dalam Susunan Panitia 11, maka pada Sabtu malam, tanggal 26 Maret 2011 penulis menemui Kasturi, S.Pd, di rumahnya. Beliau, yang bertempat tinggal di Blok I (Blok Kaliwedi), adalah Kepala SD Negeri 1 Kaliwedi Lor. Dalam pertemuan silaturahmi malam itu Kasturi menyebutkan nama-nama dari Panitia 11, selengkapnya sebagai berikut:
Panitia Pemilihan Kuwu (Pilwu) Desa Kaliwedi Lor telah dibentuk dan dilantik pada hari Sabtu (malam Minggu), 19 Maret 2011. sebagai berikut:

Kasturi, S.Pd (foto:reang) |
Ketua :
Kasturi, S.Pd.
Wakil Ketua :
Dedi Mulyono, S.Sos
Sekretaris I :
Makjun
Sekretaris II :
Nurhaedi
Bendahara :
Maftukha
Anggota :
Suwandi, Tarsamudin, Subandi, Abdullah, Sugianto, Usman
Pembantu :
Sujahid, Edi, dan Ucup
Panitia 11 diangkat berdasarkan Keputusan Badan Permusyawaratan Desa Kaliwedi Lor No. 02 Tahun 2011, tanggal 19 Maret 2011. Dan sejak itulah Panitia 11 sudah dapat mulai bekerja.
Menurut Pasal 5 Perda No. 6 Tahun 2010, Panitia Pemilihan Kuwu mempunyai tugas dan kewajiban: (a) melaksanakan sosialisasi penjaringan dan penyaringan calon Kuwu kepada masyarakat; (b) melakukan penjaringan dan penyaringan Bakal Calon Kuwu; (c) menerima pendaftaran Bakal Calon Kuwu; (d) melakukan pemeriksaan persyaratan Bakal Calon Kuwu; (e) melaksanakan pendaftaran pemilih dan pengesahan Daftar Pemilih Sementara maupun Daftar Pemilih Tetap; (f) melaksanakan Pemilihan Calon Kuwu; (g) menetapkan besarnya biaya pemilihan; (h) membuat Berita Acara Pemilihan dan melaporkan pelaksanaan pemilihan Calon Kuwu kepada BPD; (i) menetapkan Calon Kuwu; (j) mengumumkan nama-nama Calon Kuwu yang berhak dipilih; (k) menyelenggarakan pelaksanaan kegiatan kampanye; (l) menetapkan jadwal pelaksanaan pemilihan Kuwu, berdasarkan ketentuan jadwal yang ditetapkan oleh Pemerintah Kabupaten Cirebon; (m) melaksanakan hal-hal yang berkaitan dengan Pemilihan Kuwu sesuai ketentuan yang berlaku; dan (n) melaksanakan pemilihan Kuwu.
Berdasarkan pasal 5 tersebut dapat disimpulkan bahwa Panitia 11 memegang peranan yang strategis pada semua tahapan pemilihan. Ketika ditanyakan kepada Ketua Panitia 11, sudah sejauh mana kerja Panitia 11? Kasturi menjawab dari semua point masih dalam penggodokan, “Jadi, kami belum melangkah terlalu jauh,” ujarnya.
“Kenapa demikian?” tanya penulis.
Kasturi tidak segera menjawab, nampak seperti orang mengingat-ingat sesuatu, ketika kembali ditanyakan ia mengatakan, “Karena kami belum menerima SK Pembentukan Panitia Pilwu.”
Kasturi menjelaskan bahwa SK tersebut masih di tangan Ketua BPD, “Jadi, untuk lebih jelasnya baiknya menghubungi beliau (maksudnya Ketua BPD),” ujarnya.
“Kenapa hanya karena SK belum diterima panitia belum bisa bekerja? Pastinya Bapak sudah mengetahui apa tugas panitia,” tanya penulis.
Kasturi mengakui mengetahui tetapi belum berani melangkah, “Saya takut salah,” akunya.
“Bapak mengatakan takut salah (melangkah), tetapi Rancangan Biaya Pemilihan Kuwu sudah beredar, komentar Bapak?”
Kasturi mengaku baru tahu kalau Rancangan Anggaran Pemilihan Kuwu sudah beredar di masyarakat.
“Mustahil Bapak tidak mengetahuinya, karena pada kolom uraian Rancangan Anggaran itu tercetak komputer, angkanya ditulis tangan, jumlahnya Rp 82,100.000,-” tanya penulis.
Setelah berpikir sebentar, lalu mengatakan, “padahal saya sudah pesan pada anggota panitia karena ini baru rancangan maka saya minta jangan sampai keluar. Tetapi kalau yang terjadi demikian, mungkin ada salah satu anggota yang lengah.”
Ia menjelaskan, dalam merancang anggaran ini dengan cara setiap anggota diberi form yang berisi uraian atau jenis kegiatan tetapi pada kolom biaya blank. Maksudnya, para anggota panitia diminta untuk saling merancang tentang besaran biaya sesuai kebutuhan.
Kasturi tetap mengatakan kalau rancangan anggaran itu belum ada.
Jangan dijadikan alasan

Drs.Sutrisno,M.MPd |
Ketika hal ini ditanyakan kepada Ketua BPD, Drs. Sutrisno, M.MPd, membenarkan bahwa biaya anggaran untuk pelaksanaan Pilwu belum disahkan. Alasannya rancangan anggaran yang dibuat Panitia 11 belum mendapatkan persetujuan dari BPD, “Tanpa persetujuan BPD itu tidak sah,” tegas Sutrisno.
“Sekedar menyetujui atau ada tanda tangan Bapak?”
“Ada tanda tangan ketua BPD,” jelasnya.
“Kalau begitu rancangan anggaran yang beredar di masyarakat bisa dianggap selebaran gelap atau liar?” tanya penulis lagi. Pak Tris, panggilan akrabnya mengiyakan.
Pak Tris menjelaskan, semestinya setelah Panitia 11 dilantik sudah bisa mulai bekerja, tidak harus menunggu SK dipegang. Sebagai awal kerja panitia, Pak Tris mengatakan, “Langkah awal kerja Panitia 11 ialah membuat rancangan Tata Tertib dan Jadwal-jadwal. Setelah itu baru yang lainnya,” katanya.
“Tetapi, menurut penjelasan Ketua Panitia 11 belum berani karena SK Pengangkatan Panitia 11 masih di tangan Bapak. Apakah betul?” Pak Tris mengakui masih ada di Sekretaris BPD, “Tapi sudah saya tandatangani. Jadi sebenarnya tidak bisa menjadi alasan,” katanya.

Sanudin, A.Md,
Sekretaris BPD |
Masalah SK Pengangkatan Panitia 11 masih di tangan Sekretaris BPD, diakui oleh Sanudin, Sekretaris BPD, ketika penulis menemui di rumahnya. Keterlambatan memberikan SK kepada panitia dikarenakan kesalahan teknis, “Tapi sekarang sudah diserahkan,” jelasnya.
“Keterlambatan dalam memberikan SK Pembentukan Panitia 11 membuat panitia tidak dapat segera bekerja. Komentar Anda?”
“Sebenarnya tidak perlu terjadi. Tetapi, mudah-mudahan setelah diserahkannya SK tersebut mereka akan segera bekerja.” Harapannya.
Pembukaan Pendaftaran Balon
Seperti yang pernah disampaikan Ketua Panitia 11 dan sesuai dengan yang tertulis di beberapa spanduk, untuk Gelombang I, tanggal 28 Maret s.d. 6 April 2011, dibuka pendaftaran Bakal Calon Kuwu Desa Kaliwedi Lor. Menurut penjelasan panitia, untuk hari pertama (28/3/2011) belum ada seorang pun yang mendaftarkan diri sebagai bakal calon Kuwu. “Mungkin hari kedua,” katanya.
Pada hari kedua, Selasa, 29 Maret 2011, sekira pukul 14.00 WIB datang serombongan yang mengantar Muhammad Kaelani untuk mendaftarkan diri sebagai Bakal Calon Kuwu.

Muhammad Kaelani sedang mengisi form
pendaftaran Bakal Calon Kuwu Desa
Kaliwedi Lor |
Setelah Muhammad Kaelani selesai menandatangani form pendaftaran, selanjutnya Ketua Panitia 11, Kasturi, membuka acara dengan mengucapkan terima kasih dan dilanjutkan dengan menanyakan apa tujuan Muhammad Kaelani, dan sebagainya.
Pada saat pendaftaran, para pendukung Muhammad Kaelani nampak tertib, tidak membuat gaduh. Kepada massa pendukung, Ketua Panitia 11 merasa senang dan memuji, “Kami mengucapkan terima kasih kepada Saudara sekalian, Saudara mengantarkan akal Calon Kuwu dengan berlaku santun dan sangat tertib. Untuk itu kami mengharapkan hal ini agar dapat dipertahankan,” puji Kasturi.

Ketua Panitia 11, Kasturi, S.Pd, sedang memberikan penjelasan teknis kepada Muhammad Kaelani, didampingi oleh Penjabat Kuwu, Sanari, S.Ag (tengah) dan Sanudin, Sekretaris BPD (kanan). (photo: pen) | 
Para pendukung Muhammad Kaelani dengan tertib mendengarkan penjelasan dari Ketua Panitia 11. (photo: pen) |
Pendaftar No. 2
Dalam penjelasannya, Kasturi mengatakan Saudara Muhammad Kaelani tercatat sebagai pendaftar nomor 2, “Dalam pendaftaran Bakal Calon Kuwu, panitia tidak memungut biaya pedaftaran sepeser pun,” jelasnya. “Akan tetapi, “ ia melanjutkan, “barangkali lain waktu menaruh sebagian anggaran biaya Pilwu, boleh-boleh saja.”
Anggaran Pilwu
Selain itu, beliau memberitahukan tentang besaran anggaran biaya Pilwu. “Mengenai pembiayaan Pilwu, setelah melalui musyawarah berkali-kali, secara global yaitu sebesar Rp 92.100.000,- Namun demikian, jumlah tersebut masih dikurangi karena ada dana Pilwu sebesar dua juta, dana Pemdes lima juta, dana dari Pemda lima juta. Total duabelas juta rupiah. Maka jumlah akhirnya menjadi delapan puluh juta seratus ribu rupiah.”
Dijelaskan dari jumlah Rp 80.100.000,- itulah yang akan dibebankan kepada para Bakal Calon Kuwu. Apabila Bakal Calon ada 2 orang maka jumlah tersebut dibagi dua, begitu seterusnya.
Setelah menyerahkan beberapa format isian kepada Muhammad Kaelani, Sanudin, Sekretaris BPD berharap paling lambat tanggal 6 April 2011 seluruh berkas persyaratan sudah diserahkan ke panitia 11.
Sebelum Muhammad Kaelani, sudah ada satu orang yang mendaftar yaitu Sudardi. “Kira-kira pukul 14 tadi,” salah satu Panitia 11 menjelaskan.
Prediksi 2 Balon
Diperkirakan dalam Pemilihan Kuwu Desa Kaliwedi Lor tahun 2011 ini hanya ada 2 orang bakal calon Kuwu, yaitu Muhammad Khaelani dan Sudardi. Jika ternyata sampai dengan berakhirnya tanggal pendaftaran, yaitu tanggal 6 April 2011, tidak ada lagi yang mendaftarkan diri sebagai Bakal Calon Kuwu, maka panitia akan menutup pendaftaran tersebut. Setelah itu panitia akan melakukan pekerjaan berikutnya yaitu penyaringan kelengkapan persyaratan administrasi.
Menurut Pasal 9 ayat (6) Perda No.6/2010, paling lambat 4 (empat) hari setelah proses penjaringan, Panitia melaksanakan penyaringan. Penyaringan yang dimaksud pasal 9 ayat (6) dijelaskan dalam ayat (7) “……..pelaksanaannya didasarkan pada kelengkapan administrasi, pemaparan visi, misi, dan program kerja dan kemampuan Bakal Calon yang hasilnya ditetapkan dalam Berita Acara.” Tata cara penyaringan ditetapkan dalam Peraturan Desa.
Bakal Calon yang telah memenuhi persyaratan ditetapkan sebagai Calon Kuwu oleh Panitia. Bakal Calon yang telah ditetapkan tidak diperbolehkan mengajukan permohonan pengunduran diri. Setelah itu, Panitia melaporkan hasil penyaringan yang dilampiri berkas administrasi, berita acara hasil penyaringan dan surat Keputusan Panitia tentang Penetapan Calon Kuwu kepada BPD dan Camat.
Apabila ada keberatan dalam penetapan Bakal Calon Kuwu dapat diajukan keberatannya sebagaimana yang diatur dalam Pasal 11. Langkah selanjutnya, sebagaimana diatur dalam Pasal 12 ayat (2) Calon Kuwu melakukan kampanye dalam bentuk penyampaian visi, misi di hadapan BPD dan Tokoh Masyarakat. Dalam proses pelaksanaan kampanye dapat melakukan pemasangan tanda gambar, bendera, dan alat peraga lainnya dan tata caranya ditetapkan oleh panitia pemilihan Kuwu.
Apakah pada tanggal 6 April 2011 Panitia 11 telah menutup penjaringan Bakal Calon Kuwu? Berdasarkan SMS Sanudin, yang diterima pukul 16:28 WIB, mengatakan, “Berdasarkan jadwal panitia, hari ini akan ditutup.” Mengenai berapa Bakal Calon Kuwu yang mendaftar, beliau hanya menjawab “Jumlah Balon belum dapat laporan (dari Panitia).”
Kabar yang didengar dari masyarakat bahwa cuma ada 2 orang Balon. Jika benar, maka pelaksanaan Pilwu maju 15 hari. Dalam jadwal waktu untuk Penjaringan saja 25 hari yaitu; Gelombang I (10 hari) dari tanggal 28 Maret – 06 April 2011, Gelombang II (10 hari) dari tanggal 07 – 16 April 2011, dan Gelombang III (5 hari) dari tanggal 17 – 21 April 2011.
Pelaksanaan Penyaringan
Informasi yang didapat menyebutkan bahwa dari tanggal 11 s.d. 13 April 2011 akan dilaksanakan penyaringan. Pada hari pertama, Senin, 11 April 2011 bertempat di Kantor Desa dilakukan Test Kemampuan. Pada test kemampuan ini Panitia 11 mengundang kedua Bakal Calon Kuwu. Dalam undangan disebutkan pelaksanaan test kemampuan ini dimulai pukul 14.00 WIB, namun pada pelaksanaan molor sehingga membuat Muhammad Kaelani, salah satu Bakal Calon Kuwu sedikit kecewa, “Saya sudah datang sesuai undangan tetapi panitia (maksudnya panitia yang akan melakukan test) belum nampak,” keluhnya.

Dedi Mulyono,S.Sos |
Muhammad Kaelani mendapat giliran pertama dalam test kemampuan ini, dan berikutnya Sudardi. Dijelaskan oleh Dedi Mulyono, S.Sos, salah satu panitia yang menguji para Bakal Calon Kuwu, materi yang diajukan ada 6 bagian, meliputi: (I) Kemampuan Bakal Calon tentang Hukum (3 point), (II) Batas Wilayah Desa Kaliwedi Lor (1 point), (III) Kewenangan dan Kepentingan dalam Sistem Pemerintahan Desa (3 point), (IV) Sistem Pemerintahan (4 point), (V) Dalam Sistem Pemerintahan Seorang Kuwu Dituntut Memiliki Jiwa Kepemimpinan (4 point), dan (VI) Pengetahuan dan Wawasan (10 point). Dari keenam bagian ini dibagi menjadi 25 pertanyaan yang harus dijawab oleh para Bakal Calon Kuwu.
Menurut Dedi, pertanyaan yang diajukan sangat sederhana, “Hampir semua point-point pertanyaan diambil dari naskah pemaparan visi, misi, dan program kerja Balon Kuwu yang diserahkan ke panitia dan akan dipaparkan besok di hadapan masyarakat. Saya yakin mereka mampu menjawabnya,” jelas Dedi. Tetapi pada kenyataannya ada satu dua pertanyaan yang kurang tepat dijawab, “Bukan tidak bisa menjawab, mungkin mereka lupa. Bisa saja karena kesibukan mereka dalam mempersiapkan diri,” tukas Dedi yang dilanjutkan dengan, “Secara umum mereka memang pantas untuk maju sebagai Calon Kuwu,” katanya mengakhiri bincang-bincang singkat usai melakukan test kedua Bakal Calon Kuwu.
PENYAMPAIAN VISI, MISI, DAN PROGRAM KERJA BALON HARI PERTAMA
Pada hari ini, Selasa, 12 April 2011, yang tampil menyampaikan visi, misi, dan program kerja Bakal Calon Kuwu adalah nomor urut mendaftar 1, yaitu Sudardi.
Sudardi datang dengan diantar oleh pendukungnya. Ia datang sekira pukul 13:40 WIB, sedangkan acara, menurut undangan pukul 14.00 WIB, namun acara baru dibuka pukul 14.40 WIB oleh Nurhaedi, salah seorang Panitia 11. Acara selanjutnya yaitu sambutan-sambutan.

Aksanudin, Panwas |
Sambutan pertama dari Camat Kaliwedi. Dalam sambutannya yang diwakili oleh Asnanudin, anggota Panwas, mengatakan untuk saat ini camat tidak dapat hadir dalam acara ini, “Beliau tidak bisa hadir karena hari ini sedang meninjau Desa Wargabinangun,” katanya, “Untuk itu,”lanjut Aksan, beliau meminta maaf.”
Pada kesempatan tersebut Aksan mengucapkan terima kasih kepada Panitia yang telah bekerja keras dalam menyukseskan pelaksanaan Pilwu Kaliwedi Lor. Aksan berharap, dalam pelaksanaan Pilwu yang tidak akan lama lagi digelar berjalan dengan aman, tertib sebagaimana yang diharapkan masyarakat.
Ketua BPD, Drs. Sutrisno, M.MPd. mengingatkan kepada Panitia dalam menjalankan tugasnya agar selalu berpegang pada Perda No. 6 Tahun 2010 dan Perdes.

Drs.Sutrisno,M.MPd |
Dengan berpegang pada aturan-aturan yang ada, menurut Sutrisno pelaksanaan Pilwu akan berjalan tanpa halangan. Pada kesempatan itu, Sutrisno memuji kerja panitia yang telah dapat mengatasi suatu masalah yang timbul. Kepada Balon, maksudnya Sudardi, Sutrisno mengingatkan di dalam kompetisi harus mengedepankan sikap arief, dan sabar. “Jika nanti ternyata tidak terpilih saya mohon agar Bapak Sudardi legowo. Dan apabila terpilih menjadi Kuwu, tolong yang tidak terpilih dihargai,” pesannya.

Kasturi,S.Pd |
Selaku Ketua Panitia 11, Kasturi, S.Pd, melaporkan bahwa pemberkasan telah selesai. Balon yang terdaftar secara resmi adalah 2 orang, yaitu Sudardi dan Muhammad Kaelani. Lebih lanjut Kasturi menjelaskan bahwa Test Kemampuan bagi kedua Balon telah dilaksanakan dengan baik, kemarin (Senin, 11/4/2011) di Kantor Kuwu ini. Dan hari ini adalah pemaparan visi, misi, dan program kerja mereka, “Dalam acara pemaparan visi, misi, dan program kerja ini boleh bertanya. Cuma yang boleh bertanya itu hanya 3 orang panitia selainnya tidak diperbolehkan,” jelasnya.

Lebe Min'an |
Sambutan terakhir, disampaikan oleh Min’an, Kaur Kesra atau Lebe mewakili penjabat Kuwu, Sanari, S.Ag yang tidak dapat hadir.
Pemaparan Hari Pertama
Pada hari pertama, Selasa, 12 April 2011, adalah Bakal Calon Kuwu yang mendaftar nomor urut pertama, Sudardi. Ketika pemaparan visi, misi, dan program kerja dimulai waktu telah menunjukkan pukul 15.09 WIB.

Sudardi, mulai pemaparan | 
Subandi, Suwandi, dan Dedi Mulyono, S.Sos | 
Sudardi, mencatat pertanyaan |
Sudardi yang murah senyum ini adalah kelahiran Jakarta, 20 Agustus 1971. Dalam menyampaikan visi, misi, dan program kerja dalam bursa Bakal Calon Kuwu tampil beda. Maksudnya berpenampilan sederhana, dengan suara yang tidak meledak-ledak tetapi mampu membuat yang hadir berdecak kagum mendengar visi, misi, dan program kerjanya jika nanti terpilih menjadi Kuwu Desa Kaliwedi Lor. Dalam kertas kerjanya ia menyampaikan beberapa hal yang akan menjadi perhatiannya, seperti; masalah pemerintahan, pembangunan, sosial kemasyarakatan, dan Hankamrata.
I. Pemerintahan
Pak Sudardi mengatakan, perlunya pemerintahan desa yang bersih dalam berbagai hal, dalam pengertian positif. Aparat desa harus mampu menjembatani kepentingan masyarakat, karena hakekatnya aparat desa merupakan pelayan masyarakat. Agar pelayanan masyarakat sesuai harapan maka diperlukan adanya SDM yang berkualitas, “Bagaimana pelayanan masyarakat menjadi baik kalau SDM aparatnya tidak berkualitas? Maka dari itulah pentingnya SDM agar aparat bisa mengayomi, melayani, menjembatani kebutuhan masyarakatnya.” Tegasnya.
Di dalam membuat suatu keputusan, pemerintah desa, dalam hal ini Kuwu, harus berkoordinasi dengan mitranya, yaitu BPD, dan Tokoh Masyarakat. “Hal ini dilakukan untuk mendapatkan keputusan yang menguntungkan semua pihak,” jelasnya.
II. Pembangunan
Dalam masalah pembangunan ini, prioritas utama yang harus dibenahi adalah tertibnya administrasi, terutama dalam permasalahan pertanahan agar tidak timbul masalah.
Pembangunan ekonomi dengan meningkatkan program simpan pinjam. Karena penduduk Desa Kaliwedi Lor pada umumnya petani maka perlunya perbaikan saluran air untuk memenuhi kebutuhan petani mengairi sawah. Jalan-jalan sawah yang nampak rusak perlu segera diperbaiki untuk memperlancar perekonomian.
III. Sosial Kemasyarakatan
Menurut Pak Dardi, begitu panggilan akrabnya, perlunya mengoptimalkan lembaga-lembaga keagamaan, seperti Madrasah, Pondok Pesantren, Kelompok Jami’ah dan kegiatan keagamaan lainnya. Yang lebih penting lagi, menurut Pak Dardi, memberi pengetahuan kepada para orang tua tentang pentingnya pendidikan agama yang merupakan fondasi dalam hidup sehingga kelak anak-anak kita akan tumbuh menjadi manusia Indonesia yang berakhlak mulia terhindar dari perilaku yang bertentangan dengan agama.
Pendidikan, bukan saja pendidikan agama, tetapi pendidikan formal seperti SD, SMP, SMA, dan Perguruan Tinggi. Untuk itu perlu kita tingkatkan sarana dan prasarana untuk menunjang hal tersebut.
Masalah kesehatan mendapat perhatian dari Pak Dardi. Untuk mencapai hal tadi maka kesehatan pun tidak boleh dilupakan. Bagaimana caranya? Pak Dardi menyarankan masyarakat agar memanfaatkan Puskesmas, dan Posyandu akan diaktifkan kembali.
Kesenian dan Olahraga merupakan bagian dari masyarakat. Agar menjadi baik diperlukan ditingkatkannya kerjasama para pemuda-pemudi dalam berbagai wadah seperti Organisasi, Karang Taruna dan sebagainya agar menjadi Pemuda Penggerak Desa, menjadi pemuda harapan kita semua.
IV. Sistem Hankamrata
Masalah pertahanan dari berbagai ancaman perlu ditingkatkan, dengan harapan keamanan akan menjadi lebih baik. Perlunya sosialisasi yang intensif kepada masyarakat tentang pengetahuan hukum agar tidak terjadi main hakim sendiri.
Pak Dardi Menjawab Pertanyaan Panitia
1. Subandi yang menanyakan tentang pemerintahan yang bersih.
Dijawab oleh Pak Dardi bahwa Mutu Aparat Harus Baik Sehingga Akan Terjadi Pemerintahan Bersih. Jika ada aparat yang melayani masyarakat tidak bagus (tidak bersih) agar segera melapor. Meskipun begitu, menurut Pak Dardi tidak mau main pecat saja. Akan tetapi jika memang benar bersalah akan saya tindak tegas, begitu jelasnya. Sebagai aparat desa di dalam melayani kebutuhan masyarakat agar bersih dan ikhlas.
2. Dedi Mulyono, S.Sos, yang menanyakan Bagaimana Cara Pandang Anda Untuk Pembangunan Desa?
Dardi menjelaskan, “Yang saya mati masalah pembangunan Jalan Kibuyut dengan biaya Rp 10 juta tidak selesai, karena banyak di-potong-potong di tengah jalan. Kalau saya segera mengajak BPD untuk memusyawarahkan hal tersebut. Jangan ditunda apalagi dihentikan.”
3. Suwandi bertanya apakah Bapak Sudardi akan siap/tidak melupakan apa-apa yang disusun dalam naskah paparannya? Ataukah akan lupa?
Dijawab Pak Dardi akan langsung di lapangan. Saya Sanggup Melaksanakan dan Bahkan Lebih dari Visi, Misi, dan Program Kerja yang Saya Buat.
PENYAMPAIAN VISI, MISI, DAN PROGRAM KERJA BALON HARI KEDUA
Sebagaimana pada hari pertama, pada hari kedua pun waktunya molor juga. Acara yang seharusnya dimulai pukul 14.00 WIB, hari kedua, Rabu, 13 April 2011, acara baru dibuka pukul 14.33 WIB. Hari kedua ini yang akan memaparkan visi, misi, dan program kerja Balon Kuwu Muhammad Kaelani. Di luar dugaan, Kaelani diantarkan oleh ratusan pendukungnya dengan cara membuat barisan dan dihiasi spanduk panjang yang bertuliskan “Tangga Batur Sedulur, Ayu Kita Dukung “Putra Desa” Bersama MUHAMMAD KAELANI Pemimpin yang Bisa Memimpin.”

Muhammad Kaelani dari rumahnya di Dusun Kaliwedi diantar oleh pendukungnya menuju Kantor Desa Kaliwedi Lor (photo: pen) |
Arak-arakan ini dimulai dari rumahnya Balon Kuwu, M. Kaelani. di Dusun I Kaliwedi. Kemudian melalui Lurung Tengah (Jalan yang membelah Dusun I/Kaliwedi). Dari lurung tengah menuju dalan gede (jalan besar) yang membelah kedua desa, Kaliwedi Lor dan Kaliwedi Kidul, lalu belok ke kiri dalan Kibuyut menuju Kantor Desa Kaliwedi Lor, tempat Balon Kuwu menyampaikan visi, misi, dan program kerjanya.
Sebelum acara pemaparan, disampaikan beberapa sambutan. Sambutan pertama oleh Camat Kaliwedi, kedua BPD, ketiga penjabat Kuwu Kaliwedi Lor, dan keempat dari ketua panitia 11.
Jaga Ketenteraman

Drs. Dedi Susilo, MM Camat Kaliwedi (photo:pen) |
Pada hari kedua penyampaian pemaparan visi, misi, dan program kerja dihadiri oleh Camat Kaliwedi, Drs. Dedi Susilo, MM. Dalam sambutannya ia mengharapkan kepada semua pihak agar bisa menjaga ketertiban dan ketenteraman, supaya tahapan penyampaian paparan visi, misi, dan program kerja ini berjalan dengan baik. Untuk mencapai hari ‘H’ masih ada beberapa tahapan lagi, “Sebentar lagi akan dilakukan pendataan para hak pilih. Diharapkan semua pihak saling membantu untuk kelancaran tahapan pendataan ini,” pintanya.
Pemilihan Kuwu (Pilwu) merupakan salah satu bentuk demokrasi di desa, “Alangkah baiknya kalau kita semua mendukung semua pihak
yang terkait dalam pelaksanaan Pilwu,” ujarnya. Camat mengingatkan, dalam Pilwu ini pasti ada yang menang dan ada yang kalah. Ia mengharapkan agar kita dapat bersikap arif dalam menyikapi masalah ini.

Petugas Keamanan Polsek Kaliwedi | 
Kapolsek dan Camat Kaliwedi
|

Drs. Sutrisno,M.MPd |
Sutrisno, ketua BPD, dalam sambutannya mengharapkan kepada para pendukung Bakal Calon Kuwu untuk menciptakan suasana kondusif, tertib, aman dalam semua tahapan-tahapan, “Mari kita laksanakan dengan arif dan bijaksana agar pelaksanaan Pilwu ini berjalan dengan baik,” ujarnya. Selain itu, Sutrisno meminta kepada Bapak dan Ibu untuk membantu panitia yang akan melakukan pendataan bakal calon pemilih, “Kami mohon jika ada petugas yang akan melakukan pendataan agar diterima dengan baik, dan mohon dibantu supaya cepat selesai.”
Sutrisno juga tidak lupa mengucapkan terima kasih kepada panitia yang telah melaksanakan tugasnya dengan sebaik-baiknya semua tahapan yang menjadi tanggung jawabnya.

Sanari,S.Ag |
Sanari, S.Ag, pejabat Kuwu, mengajak semua pihak untuk menciptakan suasana yang kondusif, “Terutama di dalam mengikuti tahapan ini, yaitu penyampaian paparan visi, misi, dan program kerja yang hari ini akan disampaikan oleh Bapak Muhammad Kaelani.” Ia mengajak kepada yang hadir untuk bersama-sama mendengarkan, menyimak apa yang akan disampaikan dalam visi, misi, dan program kerja Bapak Muhammad Kaelani. Dengan cara ini, menurut Sanari, kita mengetahui mana yang terbaik.
Pelaksanaan Pilwu tidak lama lagi akan dilangsungkan. Ia mengharapkan pelaksanaan Pilwu dilaksanakan dengan adil dan jujur, untuk itu ia meminta semua pihak untuk saling menjaga agar Pelaksanaan Pilwu berjalan sesuai harapan kita semua.
Tidak banyak yang disampaikan oleh Kasturi. Bahkan lebih banyak mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang terkait dalam pelaksanaan Pilwu.
“Agenda hari ini ialah pemaparan visi, misi, dan program kerja yang akan disampaikan oleh Saudara Muhammad Kaelani. Mari kita sama-sama mendengarkan dan sekaligus menyimak apa-apa yang akan disampaikan.”
Pemaparan Hari Kedua, Rabu, 13 April 2011

Muhammad Kaelani mem-
berikan paparan.(photo: pen) | 
Abdullah, Sugianto, dan Suwandi.
Ketiganya Tim penanya. (foto:pen) | 
Muhammad Kaelani sedang
menjawab pertanyaan panitia. |
Tiga Bidang
Ada 3 bidang materi pokok dalam paparannya. Ketiga bidang tersebut ialah bidang Pemerintahan, Pembangunan, dan Kemasyarakatan. Menurut
Muhammad Kaelani, mengapa bidang pemerintahan yang menjadi pokok bahasan pertama? Ia menjelaskan bahwa bidang pemerintahan ini merupakan ujung tombak keberhasilan pemerintahan desa. Meskipun diakuinya bidang tersebut menyangkut kemampuan pemimpinnya. “Untuk itu, sebagai Kuwu harus mampu memenej seluruh aparatnya, sehingga mampu melayani kebutuhan masyarakatnya dengan baik,” papar Kaelani. Selain itu, Kaelani mengingatkan BPD untuk bisa mengedepankan kepentingan masyarakat, “BPD yang merupakan mitra kerja Kuwu akan saya ajak untuk merumuskan berbagai hal demi kepentingan masyarakat Kaliwedi Lor ini.” Ujar Kaelani sedikit berapi-api.
Selama ini, lanjutnya, masyarakat menilai kinerja aparat desa dalam melayani masyarakat belum optimal. “Hal ini terjadi disebabkan penempatan personil yang tidak sesuai dengan kemampuannya. Untuk itu jika kelak terpilih menjadi Kuwu akan saya tempatkan personil yang sesuai dengan kemampuannya.”
Harus Terbuka
Dalam bidang pembangunan, Kaelani mengatakan, “Dalam pembangunan, terutama pembangunan fisik, seharusnya kita melibatkan seluruh unsur masyarakat. Saya yakin mereka mampu berpartisipasi dalam hal ini. Bukankah keberhasilan pembangunan (apa saja) memerlukan peran serta masyarakat?”
Bila perlu (jika dianggap baik) apa pun yang disepakati (dimaui) masyarakat kita laksanakan. “Selain itu, kita juga harus terbuka dengan masyarakat. Keterbukaan kita bukan hanya pada programnya saja tetapi pertanggung jawaban keuangannya. Jadi, kita tidak boleh berdusta.” Kata Kaelani yang disambut oleh pendukungnya dengan teriakan, “Be…be…betuuuuuuuuuuulllllllll…”

Para pendukung menyambut program Kaelani. |
Terobosan Baru
Selama ini masyarakat masih belum banyak dilibatkan dalam berbagai program kerja pemerintah desa, kalau pun diajak bermusyawarah masih sebatas untuk menyetujui saja. Maka dari itu Kaelani mencari terobosan baru untuk mendekatkan aparat pemerintah desa dengan masyarakat dengan cara membuka dialog terbuka. “Dialog terbuka dengan masyarakat ini bertujuan untuk menampung aspirasi masyarakat. Harapan saya, melalui dialog ini semua program kerja pemerintah desa dan permasalahannya dapat terselesaikan.” Jelasnya. Selain itu, menurut Kaelani cara ini dapat dijadikan sebagai alat kontrol masyarakat terhadap kinerja aparat desa. “Setahu saya, jika ada permasalahan, masyarakat hanya melakukan dengan cara bisik-bisik saja. Melalui kegiatan dialog ini diharapkan masyarakat akan berani menyampaikan segala keluhannya.”
Kegiatan dialog ini diagendakan setidaknya sebulan sekali dengan tempat yang berbeda-beda. “Mudah-mudahan kegiatan ini akan efektif.”
Selesai penyampaian paparan, dilakukan tanya jawab. Seperti pada hari kemarin (12/4/11) panitia telah menyiapkan 3 orang anggotanya untuk menjadi penanya. Mereka adalah, Abdullah, Sugianto, dan Suwandi.
Abdullah mengajukan pertanyaan Bagaimana Masyarakat yang Agamis? Penanya kedua, Sugianto, Bagaimana Merencanakan suatu Pembangunan? Dan Suwandi, sebagai penanya ketiga, menanyakan Apakah Semua yang Disusun dalam Visi, Misi, dan Program Kerja akan dilaksanakan atau sebaliknya?
Dari semua pertanyaan dapat dijawab oleh Kaelani secara terinci. Para pendukung selalu memberikan support positif kepada Kaelani.
Selesai itu, Muhammad Kaelani dibawa oleh pendukungnya berkeliling ke wilayah Dusun II Mejasem. Pawai yang mengular ini mendapat perhatian dari aparat keamanan. Selama dalam perjalanan diikuti oleh pihak kepolisian dengan menggunakan sepeda motor.
PAWAI KELILING DI WILAYAH DUSUN II MEJASEM

Arak-arakan Memasuki Wilayah Dusun II Mejasem |
foto2: koleksi reang
Pelaksanaan Pilwu
Berdasarkan jadwal, setelah pelaksanaan penyampaian visi, misi, dan program kerja pendaftaran calon pemilih (17-26 April 2011), dan pada tanggal 27 April 2011 akan dilaksanakan Undian Nomor. Kabarnya, Pemilihan Kuwu kali ini menggunakan gambar/photo calon Kuwu, seperti pada pemilihan presiden. Selain undian nomor urut juga dilakukan undian tempat duduk.
Pada tanggal 28 sampai dengan 30 April 2011 dilakukan pembukaan pendaftaran hak pilih tambahan, dan ditutup pada tanggal 1 Mei 2011. Pembagian Surat Undangan kepada masyarakat hak pilih dilakukan dari tanggal 2 sampai dengan 6 Mei 2011. Tanggal 7 Mei 2011 merupakan hari tenang, dan pada hari Minggu, 8 Mei 2011 adalah Hari Pemungutan dan Penghitungan Suara.
Untuk melengkapi laporan pelaksanaan Pemilihan Kuwu Desa Kaliwedi Lor insya Allah pada saat pelaksanaan Pilwu penulis akan datang ke Desa Kaliwedi Lor, Kecamatan Kaliwedi, Kabupaten Cirebon, Provinsi Jawa Barat.