Minggu, 17 April 2011

MUHAMMAD KAELANI: "SAYA TIDAK TAKUT KALAH, YANG PENTING FAIR!"

Wawancara dengan Bakal Calon Kuwu Desa Kaliwedi Lor
 
Kaliwedi Lor, detaknews.com (22/03/2011)
Ditulis oleh: Sejuta Surgaku

Tidak lama lagi Desa Kaliwedi Lor, Kecamatan Kaliwedi, Kabupaten Cirebon, Provinsi Jawa Barat, akan melaksanakan Pemilihan Kuwu (di desaku kepala desa disebut Kuwu). Menurut informasi yang dapat dihimpun mengatakan bahwa pendaftaran Bakal Calon Kuwu baru akan dibuka akhir Maret 2011. Menurut sumber, jika kabar itu benar, pelaksanaan Pemilihan Kuwu akan dilaksanakan bulan Mei 2011.
Bakal Calon Kuwu

Meskipun masih belum ada kepastian pelaksanaan Pemilihan Kuwu, untuk sementara sudah ada 2 orang yang berancang-ancang untuk ikut mencalonkan diri dalam pesta demokrasi desa, yaitu Muhammad Kaelani (pernah menjabat Kuwu dari tahun 1993-2001) dan Sudardi (belum pernah menjabat Kuwu). Kabarnya dari kedua Bakal Calon ini (secara diam-diam) sudah mulai mencari dukungan dari masyarakat. Untuk mengetahui sejauhmana kebenaran tersebut, maka pada hari Selasa, 22 Maret 2011, penulis menghubungi Muhammad Kaelani melalui SMS. Tak disangka SMS itu dijawab: “Dengan senang hati sy tunggu, tp hbs magrib aja ya, skrg sy mau ada pertemuan dg anak2 muda Mjsm (Mejasem, pen) di rumah ny bpk Encon Ansori dan hbs asarnya mau ikut nuju hari Gr (guru, pen) Dulmucid. Ok? (diterima tanggal 22 Maret 2011, pukul 12:52 WIB). Lalu SMS itu penulis jawab: Oke. Kalo saya ikut datang di rumahnya bpk Encon boleh ga? Kalau boleh jam berapa ya? (dikirim tanggal 22 Maret 2011, pukul 12:54 WIB). Beliau kembali menjawab: Maaf br bls. Skrg lg kumpul, boleh ditunggu. (diterima tanggal 22 Maret 2011, pukul 14:14 WIB). Selanjutnya penulis bergegas menuju rumah Bapak Encon Ansori. Ternyata acara kumpul-kumpul dengan anak muda sudah selesai, namun sang Bakal Calon Kuwu Muhammad Kaelani rupanya menunggu. Kemudian penulis segera mengajukan beberapa pertanyaan seputar kabar pencalonannya. 

Muhammad Kaelani, adalah tipe laki-laki ramah, murah senyum, dan dikenal supel dalam pergaulan. Ia tidak pernah membedakan siapa pun, baik dalam status sosial maupun yang lainnya. Maka itu tidak heran ketika dia menerima kedatangan penulis dengan senyum. Laki-laki yang kelahiran tanggal 11 Mei 1964, yang pernah menuntut ilmu di Fakultas Tarbiyah IAIN Sunan Gunung Djati, Cirebon, meskipun hanya sampai semester V, bersama istrinya, Iti Karniti (28 tahun) memimpin dua group Organ Tunggal (1) Gita Nada, (2) Duet Dower. Memiliki 5 orang anak (1 perempuan dan 4 laki-laki) memiliki potensi pemimpin, maka tidak keliru jika masyarakat mempercayakan untuk mengemban amanat sebagai Kuwu Desa Kaliwedilor. Wawancara ini dilakukan dalam dua tempat; 1. Di rumah Bapak Encon Ansori (Dusun II Mejasem), dan 2. Di rumah Bapak Warsono (Dusun I Kaliwedi).  Setiap pertanyaan yang diajukan selalu dijawab dengan baik. Inilah hasilnya:

Apa motivasi Anda ikut mencalonkan diri?
Ada beberapa hal yang menyebabkan saya memberanikan untuk ikut mencalonkan diri menjadi (Bakal) Calon Kuwu Desa Kaliwedi Lor ini.
Apa saja?
(1) Informasi yang saya dapat dari pihak yang berwenang, bahwa Pemerintahan Desa Kaliwedilor ini terjelek. (2) Dalam bidang kemasyarakatan terlantar (terabaikan, pen). (3) Masyarakat tertindas. (4) Biaya NTCR (Nikah, Talak, Cerai, Rujuk)mahal. (5) Pembangunan fisik tidak ada. (6) Kekayaan desa tidak terbuka. (7) Bantuan-bantuan raksadesa tidak jelas. (8) Mesin diesel (sumbangan pemerintah) tidak tahu rimbanya. (9) dan masih banyak lainnya.
Coba Anda jelaskan satu per satu!
(1) Yang dimaksud terjelek, menurut informasi, dalam penyelenggaraan pemerintahan desa. (2) Saya beri contoh dalam bidang kemasyarakatan terlantar. Aparat pemerintah desa tidak pernah memperhatikan masyarakatnya pada saat ada warganya terkena musibah, terkesan cuci tangan. (3) Yang dimaksudkan tertindas dalam hal penanganan asuransi kecelakaan. Tidak ada keterbukaan sama sekali. Kasihan bagi keluarga korban. (4) Biaya untuk NTCR di atas ketentuan. Setahu saya biaya cerai Rp 700.000,- tetapi kenyataannya di atas itu. (5) Pembangunan, 10 tahun setelah saya tidak lagi menjabat Kuwu tidak ada sama sekali, bahkan bangunan yang diupayakan pada saat saya menjabat tidak terurus. (6) Dalam lelang tanah titisara (tanah pemerintah) tidak terbuka. Ada apa ini? (7) Bantuan-bantuan di luar ADD (rutin) kesan saya dimonopoli oleh orang tertentu saja. (8) Desa Kaliwedilor kan dapat bantuan mesin diesel, tapi saat ini ada dimana? Tidak jelas! Maksud saya, mestinya kalau ada bantuan untuk masyarakat tolonglah disampaikan.
Jadi, intinya Anda menginginkan keterbukaan
Jelaslah! Keterbukaan itu sangat penting.  
Kalau begitu, apa yang Anda lakukan jika terpilih sebagai Kuwu?
Pertama, saya akan membenahi dan memperbaiki Sumber Daya Manusia (SDM) aparat desa.
Kedua?
Saya akan mengadakan acara ‘dialog terbuka dengan warga’. Dengan tujuan untuk menampung seluruh aspirasi masyarakat dalam rangka menuju kesejahteraan. Siapa tahu melalui acara dialog terbuka ini dapat masukan yang baik dan akan saya masukan ke dalam pengajuan ADD, karena saya punya keyakinan masyarakat kita sudah pintar.
Ketiga?
Karena masyarakat kita kebanyakan bertani, maka akan saya programkan pembangunan sarana, khususnya yang berkaitan dengan pertanian. Misalnya memperbaiki irigasi, melancarkan saluran air sehingga petani dengan mudah memenuhi kebutuhan air untuk sawahnya, memperbaiki jalan-jalan yang merupakan sarana utama untuk aktifitas masyarakat dalam usahanya.
Keempat?
Peningkatan kesehatan masyarakat dengan cara memberi pengertian tentang pentingnya lingkungan bersih.
Kelima?
Pembangunan akhlak. Selain pendidikan umum saya akan aktifkan kembali pendidikan agama. Karena dari situlah akan menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas. Maka dari itu, saya akan menghidupkan kembali untuk membiayai pendidikan agama sebagaimana yang pernah saya lakukan pada waktu saya menjabat Kuwu.
Keenam?
Biaya NTCR, yang selama ini dibebankan sebesar Rp 700.000,- nanti akan saya tekan di bawah angka itu. Selain itu, kepada petugas yang menangani hal tersebut saya minta untuk terbuka terhadap masyarakat. Jika ternyata tidak terbuka maka akan saya beri sanksi yang tegas. Kita harus mengerti bahwa kita ini pelayan masyarakat, bukan?
Ketujuh?
Berdasarkan peraturan untuk pajak tontonan tidak ada. Sebenarnya ini sudah berlaku sejak tahun 2008.
Bagaimana dalam menghadapi rival Anda?
Secara jujur, saya tidak pernah takut. Kenapa? Karena saya percaya kepada masyarakat. Mereka sudah sangat tahu dan mengerti siapa yang pantas dan mampu memimpin Desa Kaliwedi Lor ini. Yang penting jujur, tidak menggunakan politik uang dalam perhelatan ini. Mari kita bertarung secara kesatria!
Jika Anda tidak terpilih?
Bagi saya, terpilih atau tidak terpilih tidak ada masalah. Misalnya saya terpilih, berarti saya dipercaya oleh masyarakat. Jika tidak? Tentunya saya tidak perlu kecewa. Bisa jadi masyarakat kurang memahami secara benar dengan rencana program saya. Tetapi, sekali lagi bagi saya, jika terpilih ya alhamdulillah, jika tidak juga alhamdulillah. Pokoknya keduanya akan saya syukuri saja.
Apakah Anda tidak kecewa, sementara biaya sudah keluar banyak?
Pengalaman dulu, tahun 1993, waktu saya terpilih sebagai Kuwu Kaliwedi Lor, kalau dipercaya saya tidak mengeluarkan banyak uang. Seingat saya, saya hanya mengeluarkan uang sebesar Rp 6.000.000,- saja. Kabarnya, waktu itu rival saya malah sangat banyak.
Anda yakin akan terpilih?
Saya serahkan keputusan akhirnya kepada masyarakat pemilih saja. Karena kekuasaan tertinggi itu kan rakyat.  Makanya mari kita pelihara model demokrasi yang selama ini dianut oleh masyarakat desa. Kalah atau menang, yang penting fair saja. 

GALERY PHOTO SALAH SATU KEGIATAN
MUHAMMAD KAELANI, BAKAL CALON KUWU DESA KALIWEDI LOR
MENGIKUTI TAHLIL TUJUH HARI MENINGGALNYA BAPAK DULMUCHID (KEPALA SD NEGERI KALIWEDI LOR) DI BLOK MEJASEM (Selasa, 22/03/2011)
 
Muhammad Kaelani (baju putih) di tengah-tengah masyarakat.
Encon Ansori (sedang senyum) Cucukke!
Kari (sedang nenggleng) Cucukke!
M. Kaelani (baju putih) di tengah-tengah masyarakat

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Macys Printable Coupons