Minggu, 17 April 2011

SUDARDI: "IKUT BURSA PILWU BUKAN MENGEJAR KEDUDUKAN, TETAPI INGIN MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT."

Wawancara dengan Bakal Calon Kuwu Desa Kaliwedi Lor

Kaliwedi Lor, detaknews.com (23/03/2011)
Ditulis oleh: Sejuta Surgaku

Sudardi (foto:dedi/reang)
Sudardi, adalah merupakan sosok laki-laki yang jika kita melihatnya sekilas bisa jadi kita menganggapnya angkuh. Padahal yang benar dia termasuk orang yang senang bergaul. Kalau setiap hari jarang bersosialisasi dengan lingkungan, bukan karena tidak mau melainkan karena kesibukannya dalam mengelola usahanya di bidang kemasan (mengolah limbah abu yang dia beli dari rumah-rumah pengrajin perhiasan emas menjadi emas). Dia kelahiran Jakarta, 17 Agustus 1971. Istrinya, Ecih Sukesih, S.Pd saat ini menjabat Sekretaris Desa Kaliwedi Lor. Dia memiliki 2 orang anak, keduanya  perempuan. Ketika wawancara ini dilakukan pada hari Rabu, 23 Maret 2011, di rumahnya dan didampingi oleh istrinya. Simak hasilnya berikut ini.

Secara jujur ia mengatakan bahwa keikutsertaan dirinya dalam bursa Bakal Calon Kuwu ini bukan mau mengejar kedudukan, tetapi dikarenakan keprihatinannya melihat kinerja aparat desa yang tidak maksimal. Ketidakmaksimalnya kinerja mereka disebabkan tidak tepatnya penempatan personil dalam menduduki suatu jabatan, sehingga menghambat pembangunan desa.  Dikatakan, ia masih melihat aparat desa yang kurang memahami Tupoksi (Tugas Pokok dan Fungsi)nya. Juga masalah infra struktur, kesehatan, pendidikan umum dan agama, Untuk itu ia bertekad, jika kelak terpilih menjadi Kuwu Desa Kaliwedi Lor, ia akan membenahi semuanya.

Selain itu?
Saya ingin memajukan ekonomi masyarakat. Karena selama ini saya perhatikan pemerintah desa sangat kurang perhatian di bidang ini.
Contohnya?
Kurang optimalnya masyarakat memanfaatkan PNPM Mandiri.
Selanjutnya?
Pemerintah desa kurang memperhatikan akan pentingnya infrastruktur. Contohnya masalah perbaikan jalan dan kelancaran saluran air untuk kebutuhan pertanian. Padahal infra struktur ini merupakan salah satu penunjang dalam pergerakan perekonomian rakyat.
Yang dimaksud kesehatan?
Masyarakat kita masih kurang kesadarannya dalam kesehatan ini. Misalnya, masyarakat masih sering membuang sampah di saluran air (kalen). Meskipun sudah ada Puskesmas masih belum banyak memanfaatkannya.
Pendidikan umum dan agama?
Kelihatannya untuk pendidikan umum masyarakat kita sudah baik. Untuk pendidikan agama perlu ditingkatkan, dalam berbagai hal.
Kalau diperhatikan banyak yang perlu dibenahi, dari sekian banyak apa yang menjadi skala prioritas, jika Anda terpilih menjadi Kuwu Desa Kaliwedi Lor?
Jika saya terpilih menjadi Kuwu, maka program pertama yang akan diterapkan ialah membenahi aparat desa yang tidak sesuai menduduki jabatan dan kemampuannya. Pengertiannya akan saya tempatkan personil yang sesuai dengan pendidikan dan kemampuannya.
Yang kedua?
Pembinaan Sumber Daya Manusia (SDM). Menurut saya pembinaan SDM sangat penting untuk kelancaran pelaksanaan tugas. Karena tanpa SDM yang baik jangan harap Desa Kaliwedi Lor ini akan maju.
Ketiga?
Ini soal lelang sawah titisara (sawah milik pemerintah). Selama ini lelang sawah titisara tidak terbuka, maka jika saya terpilih akan saya perintahkan untuk terbuka.
Apakah akan ada pergantian personil dengan personil baru?
Untuk pergantian dengan orang baru saya katakan tidak. Tetapi kalau rotasi mungkin ada. Hal ini dilakukan hanya untuk menyesuaikan dengan kemampuan personil itu sendiri. Ini pun saya lakukan untuk mengoptimalkan kinerja mereka, dengan harapan masyarakat akan mengetahui dan menilai untuk membandingkan hasil kinerja mereka dengan sebelum saya menjabat Kuwu. Kalau diganti dengan baru, selain mengandung resiko juga bukan solusi yang baik  bahkan  bisa sebaliknya.
Apakah Anda optimis akan terpilih?
Bagi saya masalah terpilih atau tidak bukan masalah. Saya serahkan kepada masyarakat sepenuhnya. Karena keputusan mutlak ada di tangan para pemilih.
Anda bukan asli orang Kaliwedi Lor, sedangkan istri Anda saat ini menjabat Sekretaris Desa Kaliwedi Lor, bagaimana komentar Anda?
Sebenarnya hal ini bukan merupakan hambatan bagi saya untuk maju menjadi Bakal Calon Kuwu. Awalnya memang menjadi polemik, tetapi setelah kami, maksudnya, saya dengan istri saya  menjelaskan kepada masyarakat, hasilnya alhamdulillah masyarakat bisa mengerti. Jadi, sekarang sudah bukan masalah lagi.
Bagaimana seandainya Anda tidak terpilih?
Dalam bursa Pilwu (Pemilihan Kuwu, pen) siapa pun harus siap untuk kalah. Saya dan keluarga sudah siap untuk menghadapi itu.
Bukankah Anda sudah mengeluarkan biaya?
Masalah biaya, bukan masalah, karena itu merupakan resiko.
Jadi, Anda sudah benar-benar siap?
Insya Allah!

Ketika penulis berbincang dengan Ny. Sudardi di rumahnya, menunggu Sudardi selesai sholat.

 Wawancara dengan Sudardi, menanyakan seputar rencana pencalonannya menjadi Kuwu.
Foto2 dok.penulis.


 







 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Macys Printable Coupons